Hanya Dalam 3 Minit, Semua Bayinya Keluar. Tapi Setelah Melihat Jumlahnya, Kamu Akan Terkejut.

Banyak pengantin baru yang ingin memiliki bayi yang sehat, apalagi jika bayi nya kembar. Tapi, untuk memiliki bayi kembar, bukan lah hal yang mudah. Menurut data, untuk memiliki bayi kembar dua, perbandingannya adalah 1:89. Dengan kata lain, hanya ada 1 anak kembar dari lebih kurang 90 orang yang hamil di dunia.

Untuk memiliki kembar dua saja, peluangnya sudah sangat kecil, apalagi dengan kembar lebih dari dua?

Di Amerika Serikat, ada seorang ibu hamil, yang dari awal kehamilannya, perutnya sudah lebih besar dari orang kebanyakan. Setelah diperiksa, ternyata wanita ini memiliki 6 bayi dalam perutnya! Kabar ini membuat satu keluarga sangat bahagia, namun juga khawatir. Karena jumlah bayi yang sebanyak ini dapat membahayakan kondisi ibunya.

Saat beberapa minggu menunggu di rumah sakit, ibu ini masih belum juga melahirkan, membuat doktor juga sedikit khuatir. Akhirnya saat hari melahirkan tiba, kerana hamil 6 kembar merupakan kes yang langka, agar memastikan kondisi ibu dan anak terjaga dengan baik, rumah sakit mempersiapkan tim untuk setiap bayinya, saat operasi berlangsung, setidaknya ada 50 dokter dan suster yang membantu.

Hal-hal yang dikhawatirkan dokter pun tak terjadi, bahkan 6 bayi-bayi ini keluar hanya dalam waktu 3 menit. Mereka semua pun dalam kondisi yang sangat sehat. Dokter mengatakan bahwa ini adalah keajaiban di atas keajaiban!

Saat ini, 6 bayi ini bertumbuh dalam kondisi yang sehat. Mama nya mengatakan, agar tidak bingung, mereka sepakat untuk menamai anaknya dengan inisial A sampai F.

Meskipun mengandung bayi kembar adalah hal yang membahagiakan, namun bagi sang ibu, tetap ada resikonya.

Kehamilan kembar lebih dari dua itu sendiri adalah kehamilan yang beresiko tinggi, peluang kelahiran prematur lebih tinggi 30% dari kelahiran normal, peluang komplikasi pun akan lebih tinggi. Komplikasi yang paling umum terjadi adalah sindrom transfusi hemolitik, penyakit ini mengacu pada dua janin dalam rahim yang saling merebut darah.

Oleh karena itu, beberapa kelahiran prematur membutuhkan perawatan khusus, orang tua juga harus berkonsultasi dan memperisapkan dengan baik.

Sumber: twgreatdaily

Lelaki Ini Dermakan Spermanya Ke Berbagai Negara, Saat Berjumpa Anak-Anaknya, Ini Yang Berlaku

Seorang pria pendonor sperma bertemu 19 orang anaknya untuk pertama kalinya.

Seperti dilansir dari Inside Edition, pria bernama Michael Rubino bertemu dengan anak-anaknya yang tinggal berpencar ke berbagai negara.

Pertemuan tersebut merupakan pengalaman yang sangat menarik dan tak terduga bagi Rubino.

Anak-anaknya berusia sekitar 16 sampai 21tahun, namun Rubino tidak membesarkan mereka.

Pria itu hanyalah pendonor sperma bagi ibu mereka.

“Saya tahu ketika saya menjadi pendonor, saya tidak mengharap banyak. Jika beruntung mungkin saya bisa bertemu dua atau tiga anak saja,” katanya, dilansir dari Inside Edition.

Namun pengalaman tak terlupakan itu membuatnya langsung menyayangi anak-anaknya meski tak membesarkan mereka.

“Dengan cepat saya merasa sangat mencintai mereka saat bertemu pertema kalinya,” ungkap Rubino.

Rubino, yang merupakan seorang seniman, memutuskan untuk menjadi pendonor sperma di usia 30-an.

Ia hanya ingin membantu orang lain membentuk sebuah keluarga.

Sebagian besar pendonor sperma memang tak diketahui namanya, tapi dia tak ingin seperti itu.

“Saya sengaja tak merahasiakan file dan identitas saya jadi jika ada (anak) yang muncul kapan saja, saya siap. Saya sudah tak sabar lagi untuk bertemu mereka,” kata Rubino.

Tak disangka, banyak anak-anaknya mulai menghubunginya dan dia akan langsung merespon.

Semua anak-anaknya juga sangat senang bertemu dengan ayah dan saudara biologisnya.

Mereka bahkan mencatat kesamaan mereka, seperti sifat ceria yang mereka miliki.

Selain itu, 11 di antaranya memiliki mata biru, sama seperti sang ayah.

Rubino selalu membuka pintu rumahnya untuk anak-anaknya itu.

Bahkan ada foto masing-masing anak ditemukan di dalam rumah Rubino.

Dengan 19 anak yang tersebar di seluruh dunia, Rubino berkomunikasi dengan mereka lewat media sosial.

Setidaknya itulah cara yang membuat mereka tetap terhubung satu sama lain.

Selamatkan pria hendak bunuh diri

Sementara, seorang pria bernama Kevin hampir saja bunuh diri satu dekade yang lalu, jika tidak “diselamatkan” oleh seorang wanita bernama Blake Walsh.

Ketika akan mengakhiri hidupnya, Kevin menerima telepon yang tak teduga dari orang yang kemudian menjadi istrinya itu.

“Saya telah menulis sebuah pesan, kemudian ke tempat saya akan melakukannya (bunuh diri). Saya mungkin sudah dalam tahap lima hingga 10 detik sebelum mengakhiri hidup saya,” kata Kevin dilansir dari People.com, Rabu (30/8/2017).

Kevin saat itu adalah seorang siswa SMA berusia 17 tahun di Chicago, Illinois, Amerika Serikat (AS) yang mengalami depresi.

Kevin merasakan itu usai merasa terisolasi dari orang-orang di sekitarnya.

Kesepian yang membuncah dan mendambakan kehadiran seseorang membuat dia mempertimbangkan untuk bunuh diri.

Hingga ada nomor tak dikenal yang muncul di telepon lipatnya yang bergetar.

“Saya tidak bisa membayangkan siapa yang di ujung telepon itu. Tapi ketika saya mengangkat telepon dan mendengar suaranya, saya tahu itu dia (Blake),” kata Kevin.

Blake sendiri bukanlah sosok yang asing bagi Kevin.

Keduanya pernah bertemu sebelumnya di sebuah kamp religi di Michigan, AS.

Namun, keduanya hanya berteman biasa dan tak pernah berhubungan lagi sampai hari di mana Blake menelepon Kevin.

Bagi Kevin, panggilan telepon itu adalah tanda bahwa seseorang peduli, dan itulah yang dia butuhkan.

“Saya punya nomor telepon baru dan Blake tak tahu nomor telepon baru saya. Apalagi kami tidak berbicara selama setahun sebelumnya,” kata Kevin.

“Ini benar-benar tidak mungkin, bagaimana ini bisa terjadi. Luar biasa,” ucap dia.

Kevin dan Blake tidak menjelaskan secara detail apa yang mereka bicarakan di momentum yang menyelamatkan nyawa Kevin itu.

Namun, cinta di antara mereka semakin tumbuh sejak saat itu.

Kevin akhirnya mengakui cintanya dan kekagumannya pada Blake.

Ia pun melamar Blake pada bulan April 2016 dengan sebuah cincin dengan berlian hitam.

 

Sumber:bangkapos.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *